10 Agustus 2026 5:00 pm

MUSEUM-MUSEUM JOGJA : DINDING PELINDUNG SEJARAH

MUSEUM-MUSEUM JOGJA : DINDING PELINDUNG SEJARAH
Keling : Pengen tahu nih soal sejarah dan seni, tapi setiap baca buku jadi ngantuk….
Kelana : Belajar seni atau sejarah tidak hanya melalui buku lho Keling. Ada tempat yang bisa membuat belajar lebih menyenangkan. Keling : Wah, belajar sambil wisata ya?
Kelana : Betul sekali, Keling. Jogja punya banyak museum yang bisa dikunjungi dan memberikan pengalaman edukasi yang dijamin tidak membosankan.
Keling : Boleh, tuh! Yuk aja Pasukan Berkelana juga
“A Place Where the Past Speaks to The Present. ”
Halo, Pasukan Berkelana! Bertemu kembali dengan Keling dan Kelana. Bagaimana kabar kalian Pasukan Berkelana? Semoga kalian semua sehat dimanapun kalian berada. Keling dan Kelana juga sehat dan siap memandu Pasukan Berkelana untuk menemukan destinasi yang sesuai dengan rencana liburan kalian. Apakah Pasukan Berkelana mulai bosan dengan destinasi wisata kekinian maupun destinasi alam dan ingin mencoba mengunjungi destinasi yang berbeda? Tahukah Pasukan Berkelana bahwa tidak hanya destinasi alam dan kekinian, Jogja juga punya banyak destinasi edukasi. Sini Keling dan Kelana jelaskan. Destinasi edukasi merupakan tempat yang dirancang dengan tujuan memberikan pengalaman belajar melalui kegiatan interaktif, observasi, atau praktik langsung. Tujuannya bukan hanya hiburan, tetapi juga menambah pengetahuan dan wawasan. Cocok sekali nih untuk Pasukan Berkelana yang ingin refresh pengetahuan apalagi sedang liburan membawa anak. Salah satu jenis destinasi edukasi ini adalah museum.
Museum merupakan tempat yang digunakan untuk mengumpulkan, merawat, menyimpan, dan memamerkan benda-benda tertentu. Biasanya benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, seni, ilmu pengetahuan, atau pendidikan agar dapat dipelajari oleh khalayak luas. Keberadaan museum sangat diperlukan sebagai pelindung dalam melestarikan benda bersejarah dan budaya.
Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal memiliki cukup banyak museum. Hal tersebut dikarenakan Jogja sendiri dikenal sebagai pusat budaya, sejarah, pendidikan, dan perjuangan di Indonesia. Museum-museum di Jogja memiliki jenis benda yang berbeda dan menarik untuk dikunjungi. Oleh sebab itu, Keling dan Kelana akan menginformasikan kepada Pasukan Berkelana beberapa museum di Jogja yang bisa kalian kunjungi saat berlibur. Simak terus penjelasan Keling dan Kelana ya!


Source : https://mojok.co/liputan/diorama-arsip-jogja-yang-tak-bikin-bosan-pelajaran-sejarah-lewat-multimedia-dan-seni-rupa/
Source : https://mojok.co/liputan/diorama-arsip-jogja-yang-tak-bikin-bosan-pelajaran-sejarah-lewat-multimedia-dan-seni-rupa/

MUSEUM SEJARAH PERJUANGAN


Penasaran dengan sejarah terutama perjuangan kemerdekaan? Berikut beberapa museum yang bisa Pasukan Berkelana Kunjungi, yaitu :

Vredeburg Fort Museum


Vredeburg Fort Museum atau yang lebih sering dikenal sebagai Museum Benteng Vredeburg merupakan museum sejarah perjuangan Indonesia yang menampilkan diorama, foto, dan benda bersejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Diorama sendiri adalah miniatur 3 dimensi yang menunjukan pemandangan atau kejadian tertentu. Jadi, Pasukan Berkelana bisa melihat gambaran lebih jelas pada saat suatu kejadian terjadi. Museum Benteng Vredeburg dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda atas izin Sultan Hamengkubuwono I. Sebagai Benteng, bangunan Museum Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1760 dan diresmikan sebagai museum tahun 1992. Museum Benteng Vredeburg berkali-kali beralih fungsi yaitu benteng pertahanan pada tahun 1760–1830, markas militer Belanda serta Jepang pada tahun 1830–1945, markas TNI antara tahun 1945–1977, hingga terakhir museum sejak 1992. Dibangun dengan tujuan awal sebagai benteng, Museum Benteng Vredeburg digunakan untuk mengawasi dan mengontrol aktivitas Keraton Yogyakarta oleh Belanda. Saat ini, Museum Benteng Vredeburg dikelola oleh pemerintah sebagai museum nasional. Pasukan Berkelana yang berkunjung bisa mempelajari bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia, terlebih disajikan melalui diorama interaktif dimana Pasukan Berkelana bisa melihat gambaran peristiwa penting dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Waktu operasional dari Museum Benteng Vredeburg yaitu buka setiap Selasa sampai Kamis mulai pukul 08.00 - 20.00 WIB dan untuk Jumat hingga Minggu buka mulai pukul 08.00 - 21.00 atau 22.00 WIB. Khusus untuk hari Senin, Museum Benteng Vredeburg tutup untuk perawatan. Museum Benteng Vredeburg berada Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Lokasi ini berjarak 300 meter dari pusat Kota Yogyakarta atau Jalan Malioboro dimana Pasukan Berkelana bahkan bisa jalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke Museum Benteng Vredeburg. Destinasi edukasi ini cocok untuk semua kalangan terutama yang menyukai sejarah kemerdekaan. Rombongan pelajar juga cocok sekali berkunjung untuk memperdalam ilmu sejarah. Tiket masuk area Museum Benteng Vredeburg mulai dari Rp. 2.000/ anak, Rp. 3.000/ dewasa, serta Rp 10.000/ turis mancanegara. Pasukan Berkelana bisa menyiapkan biaya mulai dari Rp. 10.000/ Orang untuk berwisata di Museum Benteng Vredeburg ini. Biaya murah tetapi mendapat ilmu yang mahal ya Pasukan Berkelana.


Museum Monumen Yogya Kembali (Museum Monjali)


Museum Monumen Yogya Kembali atau sering juga disebut sebagai Museum Monjali merupakan salah satu museum berbentuk monumen besar yang menceritakan sejarah perjuangan di Jogja. Museum Monjali ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Museum Monjali ini memiliki kaitan khusus dengan tokoh perjuangan mempertahankan kemerdekaan seperti Soeharto selaku pemimpin serangan dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku raja di Yogyakarta. Pembangunan Museum Monjali ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1985 dan diresmikan pada tahun 1989. Museum Monjali dibangun untuk mengenang kembali Yogyakarta yang pernah menjadi ibu kota Indonesia karena kondisi darurat. Disini Pasukan Berkelana akan diajak untuk menghormati jasa para pahlawan yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Menampilkan diorama perjuangan, koleksi senjata, dan benda bersejarah menjadikan Museum Monjali sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat. Hal tersebut juga menjadi alasan Museum Monjali sering digunakan sebagai tempat wisata edukasi dan upacara peringatan sejarah. Museum Monjali memiliki bentuk bangunan unik menyerupai gunung atau tumpeng sebagai simbol. Bisa menjadi salah satu spot foto juga nih Pasukan Berkelana. Tutup setiap hari Senin, Museum Monjali beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Museum Monumen Yogya Kembali berada di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman. Lokasi destinasi ini berjarak 8 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa Pasukan Berkelana kunjungi dengan 30 menit berkendara. Museum Monjali cocok untuk semua kalangan terutama Pasukan Berkelana yang menyukai sejarah perjuangan kemerdekaan. Ketika berkunjung ke Museum Monjali, Pasukan Berkelana juga bisa bertemu dengan rombongan pelajar yang datang untuk memperdalam ilmu sejarah. Harga tiket Museum Monjali mulai dari Rp. 15.000/ Orang dimana Pasukan Berkelana bisa menyiapkan budget mulai dari Rp. 20.000/ Orang untuk mengunjungi destinasi ini. Penasaran banget sih, mampir yuk Pasukan Berkelana.


Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/4a/Monumen_Yogya_Kembali.JPG
Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/4a/Monumen_Yogya_Kembali.JPG

Sasana Wiratama Diponegoro Museum


Museum Sasana Wiratama Diponegoro merupakan museum yang didedikasikan untuk Pangeran Diponegoro dan perjuangannya melawan Belanda. Museum Sasana Wiratama Diponegoro ini merupakan bekas markas dan rumah perjuangan Pangeran Diponegoro. Bangunan ini digunakan oleh Pangeran Diponegoro sekitar 1825–1830 saat Perang Jawa dan dijadikan museum sejak tahun 1970-an. Saat ini Museum Sasana Wiratama Diponegoro dikelola oleh pemerintah sebagai museum sejarah perjuangan. Pasukan Berkelana yang berkunjung akan diajak mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro sehingga bisa melestarikan nilai-nilai patriotisme dan sejarah. Museum Sasana Wiratama Diponegoro menampilkan koleksi benda bersejarah, diorama, dan dokumentasi perjuangan yang saat ini menjadi sarana edukasi. Tutup saat weekends, Museum Sasana Wiratama Diponegoro buka setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Museum Sasana Wiratama Diponegoro berlokasi di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Destinasi ini berjarak 3 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa dijangkau dengan 15 menit berkendara. Museum Sasana Wiratama Diponegoro cocok untuk semua kalangan terutama Pasukan Berkelana yang ingin mempelajari tentang perjuangan pahlawan khususnya Pangeran Diponegoro. Pasukan Berkelana tidak perlu mengeluarkan biaya saat berkunjung ke museum ini karena siapapun boleh masuk secara gratis atau sukarela.


Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f0/Museum_Monumen_Pangeran_Diponegoro.jpg/1280px-Museum_Monumen_Pangeran_Diponegoro.jpg
Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f0/Museum_Monumen_Pangeran_Diponegoro.jpg/1280px-Museum_Monumen_Pangeran_Diponegoro.jpg

Dharma Wiratama Museum


Dharma Wiratama Museum merupakan museum militer yang menyajikan sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), khususnya peranannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Museum Dharma Wiratama berisi sejarah militer Indonesia sejak 1945 dan berkaitan erat dengan tokoh militer seperti Jendral Sudirman (Panglima Besar TNI pertama). Museum Dharma Wiratama diresmikan sebagai museum pada tahun 1982 dan dikelola oleh TNI Angkatan Darat. Bangunan museum pada awalnya merupakan markas militer Belanda yang kemudian digunakan sebagai markas TNI setelah kemerdekaan. Pasukan Berkelana yang berkunjung akan diajak mengenang perjuangan TNI AD dan menghormati jasa para pahlawan. Museum Dharma Wiratama menampilkan koleksi senjata, foto, diorama, dan kendaraan militer dimana menjadi sarana edukasi sejarah militer. Museum Dharma Wiratama tutup pada hari senin dan buka setiap Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Berada di Kemantren Gondokusuman Kota Yogyakarta, Museum Dharma Wiratama berjarak 4 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 15 menit berkendara. Museum Dharma Wiratama cocok untuk semua kalangan terutama yang menyukai sejarah perjuangan kemerdekaan. Pasukan Berkelana yang membawa rombongan pelajar juga bisa ke destinasi ini untuk memperdalam ilmu sejarah. Biaya yang diperlukan untuk masuk ke Museum Dharma Wiratama gratis dengan mengisi buku tamu. Pasukan Berkelana hanya perlu menyiapkan biaya pribadi saja.


Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d4/Dharma_Wiratama_Museum_04.jpg
Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d4/Dharma_Wiratama_Museum_04.jpg

MUSEUM DENGAN NILAI SENI

Berikut adalah museum-museum yang terkenal akan nilai seninya, yaitu :

Museum Sonobudoyo


Museum Sonobudoyo terdapat 2 unit yaitu Museum Sonobudoyo Unit I dan II. Perbedaan utama diantara Museum Sonobudoyo Unit 1 dan Unit II terletak pada fungsi dan lokasinya. Museum Sonobudoyo Unit I merupakan museum utama untuk pameran dan wisata edukasi, sedangkan Museum Sonobudoyo Unit II difokuskan sebagai pusat informasi, penyimpanan koleksi, serta ruang penelitian. Pada dasarnya, Museum Sonobudoyo merupakan museum budaya Jawa yang menyimpan koleksi benda-benda sejarah, seni, dan tradisi dari Jawa. Meskipun mayoritas koleksi Jawa, terdapat juga benda sejarah dari beberapa daerah seperti Bali, Madura, hingga Lombok yang membuat Museum Sonobudoyo menjadi salah satu museum budaya yang paling lengkap di Indonesia. Koleksi yang dipamerkan mencakup keris, wayang, batik, dan artefak arkeologi. Koleksi-koleksi tersebut diperoleh melalui hibah, penelitian, dan pengumpulan oleh ahli budaya. Museum Sonobudoyo didirikan oleh lembaga budaya Jawa bernama Java Instituut dimana melibatkan tokoh penting seperti KRT R.M.T. Wiroguno. Didirikan pada tahun 1935, Museum Sonobudoyo dibuka untuk umum mulai tanggal 6 November 1935. Museum Sonobudoyo memiliki fungsi untuk menjaga benda-benda bersejarah agar tidak hilang atau rusak. Sampai saat ini, Museum Sonobudoyo dikelola oleh pemerintah di bawah Dinas Kebudayaan. Hal tersebut dikarenakan tujuan awal dari dibangunnya museum adalah untuk melestarikan budaya Jawa dan nusantara. Museum Sonobudoyo juga menjadi pusat edukasi tentang warisan budaya Indonesia dimana Pasukan Berkelana yang berkunjung bisa melihat dan mempelajari secara langsung warisan budaya nusantara. Tidak hanya melalui pameran tetap maupun temporer, Museum Sonobudoyo juga menyajikan pertunjukan budaya seperti wayang kulit dengan biaya mulai dari Rp. 20.000/ Orang. Selain itu, terdapat juga perpustakaan dan ruang edukasi yang bisa Pasukan Berkelana manfaatkan. Museum Sonobudoyo buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 08.00-21.00 WIB. Khusus hari Senin, museum ini tutup. Berada di Kemantren Gondomanan untuk unit I dan Kraton untuk unit II Kota Yogyakarta, Museum Sonobudoyo berjarak 1 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dimana Pasukan Berkelana bisa jalan kaki sekitar 15 menit atau dengan 5 menit berkendara. Semua kalangan yang menyukai sejarah kebudayaan indonesia terutama jawa sangat disarankan untuk mengunjungi museum ini, terlebih rombongan pelajar sebagai sarana memperdalam ilmu sejarah serta warisan budaya. Harga tiket masuk domestik mulai dari Rp. 5.000/ Anak dan Rp. 10.000/ Dewasa. Untuk mancanegara perlu membeli tiket dengan harga mulai dari Rp. 20.000/ Orang. Pasukan Berkelana yang ingin mengikuti workshop batik bisa menyiapkan biaya mulai Rp. 10.000/Orang dimana sudah mendapat kain. Cobain yuk Pasukan Berkelana.



Museum Wahanarata (Museum Kereta Keraton Yogyakarta)


Museum Wahanarata merupakan museum yang menampilkan koleksi kereta kuda kerajaan milik Kesultanan Yogyakarta. Terdapat beberapa koleksi meliputi berbagai jenis kereta yang digunakan untuk upacara, perang, hingga kegiatan resmi kerajaan. Kereta yang dimaksud disini adalah kereta kencana ya Pasukan Berkelana bukan kereta api. Museum ini secara pribadi dimiliki oleh Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan digunakan oleh para sultan, termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga sultan-sultan berikutnya. Kereta-kereta koleksi di Museum Wahanarata berasal dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Museum Wahanarata mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1985. Peresmian Museum Wahanarata dibuka untuk umum memiliki maksud untuk melestarikan kendaraan tradisional kerajaan serta menunjukkan kemegahan serta sejarah Kesultanan Yogyakarta. Pasukan Berkelana yang berkunjung akan mendapatkan edukasi mengenai kereta-kereta tersebut. Informasi yang disajikan melalui penjelasan sejarah tiap kereta seperti nama, fungsi, dan tahun pembuatan. Kereta-kereta di Museum Wahanarata dirawat secara khusus dengan perawatan rutin dan penyimpanan terkontrol sehingga selalu terlihat megah. Museum Wahanarata buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Khusus untuk hari Senin, Museum Wahanarata ini tutup. Museum Wahanarata berada di Kemantren Kraton Kota Yogyakarta dimana berjarak 2 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 8 menit berkendara. Berbagai kalangan dari anak hingga lansia sebenarnya bisa berkunjung ke museum ini, namun perlu dalam pengawasan karena tidak diperkenankan menyentuh kereta. Harga tiket masuk domestik mulai dari Rp. 15.000/ Anak dan Rp. 20.000/ Dewasa. Untuk tamu mancanegara perlu membeli tiket dengan harga mulai dari Rp. 30.000/ Orang. Pasukan Berkelana yang menyukai seni dan peninggalan sejarah atau ingin lihat kereta kencana secara langsung wajib banget mampir nih!


Source: https://budaya.jogjaprov.go.id/view_image/images/1685327682_ee7029fd3b786daee52d9253e098bf5e.jpg
Source: https://budaya.jogjaprov.go.id/view_image/images/1685327682_ee7029fd3b786daee52d9253e098bf5e.jpg

Affandi Museum


Museum Affandi merupakan museum seni rupa yang menampilkan karya-karya lukisan dari pelukis terkenal Indonesia yaitu Affandi. Pelukis Affandi terkenal karena memiliki gaya lukisan yang dikenal ekspresionis dengan teknik langsung dari tube cat. Museum Affandi didirikan sendiri oleh Affandi dengan pembangunan dimulai pada tahun 1962 dan dibuka untuk umum sejak tahun 1974. Bentuk bangunan dari Museum Affandi dirancang unik oleh Affandi sendiri dengan bentuk atap menyerupai daun pisang. Museum Affandi terdiri dari beberapa galeri, studio asli, serta makam dari Affandi. Pada galeri lukisan di museum ini, Pasukan Berkelana bisa melihat karya-karya seni pribadi Affandi dan keluarganya seperti Kartika Affandi. Tidak hanya menjadi wadah pameran karya seninya, tujuan Affandi membangun museum ini adalah untuk melestarikan seni lukis Indonesia serta menjadi tempat edukasi dan inspirasi bagi pecinta maupun pelaku seni. Museum Affandi buka setiap Senin sampai Sabtu 09.00-15.00 WIB. Khusus hari Minggu, Museum Affandi tutup. Lokasi dari Museum Affandi berada di Kapanewon Depok Kabupaten Sleman dimana berjarak 6 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 20 menit berkendara. Destinasi ini cocok untuk dikunjungi oleh semua kalangan terutama Pasukan Berkelana pecinta seni rupa lukis. Pelajar yang memiliki ketertarikan pada karya seni lukis juga sering mengunjungi museum ini untuk belajar dan mencari inspirasi. Harga tiket masuk dari Museum Affandi mulai dari Rp. 50.000/ Orang untuk domestik dan mulai dari Rp. 100.000/ Orang untuk mancanegara. Penasaran kan, yuk Pasukan Berkelana berkunjung ke Museum Affandi.


Source : https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/wp-content/uploads/2017/01/Museum-Affandi.png
Source : https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/wp-content/uploads/2017/01/Museum-Affandi.png

Taman Tino Sidin


Taman Tino Sidin merupakan taman seni dan edukasi yang didedikasikan untuk mengenang dan melanjutkan semangat berkarya dari pelukis dan pendidik seni Indonesia yaitu Tino Sidin. Berbeda dari museum lain yang lebih dominan memamerkan barang-barang, Taman Tino Sidin lebih menitikberatkan pada ruang edukasi. Taman Tino Sidin ini sering digunakan untuk kegiatan menggambar dan belajar seni, terutama untuk anak-anak. Destinasi ini dibangun dan dikembangkan setelah wafatnya Tino Sidin pada tahun 2000 dan langsung aktif digunakan sebagai ruang edukasi seni untuk mengenang mendiang. Taman Tino Sidin saat ini dikelola oleh yayasan, keluarga, serta komunitas seni. Ruang edukasi ini memanfaatkan metode pendidikan seni Tino Sidin dimana anak-anak dan masyarakat diajak untuk mencintai seni rupa. Terdapat kelas menggambar, workshop, dan kegiatan seni lainnya dimana bisa Pasukan Berkelana manfaatkan sebagai ruang kreatif terbuka untuk belajar serta berekspresi. Taman Tino Sidin buka setiap Senin sampai Sabtu 09.00-15.00 WIB dimana khusus hari Minggu destinasi ini tutup. Berada di Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, Taman Tino Sidin memiliki jarak 4 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 15 menit berkendara. Destinasi ini cocok untuk anak-anak dan keluarga khususnya yang menyukai seni lukis edukatif. Biaya yang perlu dibayarkan untuk masuk ke Taman Tino Sidin ini mulai dari Rp. 5.000/ anak dan Rp. 10.000/ Dewasa. “Ayo Menggambar” bersama Keling dan Kelana!


Source : https://jogjaheritagesociety.org/wp-content/uploads/2021/01/25-taman-tinosidin-3-sumber-dyanartstudio-scaled.jpg
Source : https://jogjaheritagesociety.org/wp-content/uploads/2021/01/25-taman-tinosidin-3-sumber-dyanartstudio-scaled.jpg

Ullen Sentalu Museum


Museum Ullen Sentalu merupakan museum budaya serta seni yang menampilkan kehidupan, sejarah, dan budaya bangsawan Jawa khususnya dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Koleksi yang ditampilkan oleh Museum Ullen Sentalu meliputi lukisan, batik, foto, surat, dan artefak keluarga kerajaan. Museum Ullen Sentalu didirikan oleh keluarga Haryono melalui Yayasan Ulating Blencong dan dibuka untuk umum sejak tahun 1997. Museum Ullen Sentalu didirikan untuk melestarikan budaya dan sejarah bangsawan Jawa serta menyampaikan nilai-nilai filosofi kehidupan Jawa. Menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, penyajian di Museum Ullen Sentalu dilakukan melalui tour dengan pemandu sehingga mendapatkan informasi secara naratif dengan cerita mendalam. Dikarenakan hal tersebut, Pasukan Berkelana tidak perlu khawatir hanya bingung berkeliling dan melihat-lihat saja. Museum Ullen Sentalu berada di daerah Kaliurang sehingga Pasukan Berkelana yang berkunjung bisa merasakan suasana sejuk serta bisa melihat desain bangunan estetik misterius. Untuk lokasi persisnya, Museum Ullen Sentalu berada di Kapanewon Pakem Kabupaten Sleman dimana berjarak 28 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau dapat ditempuh dengan 70 menit berkendara. Museum Ullen Sentalu buka setiap hari Selasa sampai Minggu pukul 08.30-16.00 WIB. Khusus di hari Senin, Museum ini libur. Pasukan Berkelana bisa mengecek di instagram Museum Ullen Sentalu untuk libur khusus tertentu lainnya. Museum Ullen Sentalu cocok untuk semua kalangan terutama Pasukan Berkelana yang menyukai sejarah kehidupan bangsawan jawa. Rombongan pelajar juga sering berkunjung untuk memperdalam ilmu sejarah. Tour yang ditawarkan oleh Museum Ullen Sentalu ada bermacam dengan harga yang berbeda-beda. Paketan tersebut ada Adiluhung Mataram dengan biaya mulai dari Rp. 50.000/ Orang dimana Pasukan Berkelana diajak untuk menelusuri koleksi seni dan budaya Dinasti Mataram. Jika Pasukan Berkelana ingin melihat koleksi surat, manuskrip, dan arsip kuno, kalian bisa mengambil paket Skriptorium dengan biaya mulai dari Rp. 60.000/ Orang. Pasukan Berkelana bisa mengambil Vorstenlanden dengan biaya mulai dari Rp. 100.000/ Orang apabila berkenan menelusuri sejarah keraton Yogyakarta & Surakarta. Khusus untuk tur ini, disarankan reservasi terlebih dahulu ya Pasukan Berkelana. Untuk Turis mancanegara dengan penjelasan berbahasa Inggris memerlukan biaya mulai dari Rp. 100.000/ Orang. Tertarik mengambil paket yang mana nih Pasukan Berkelana?


Source : https://image.idntimes.com/post/20190103/31439562-402597286873825-6336212368132931584-n-cde0bba5031df4d8e42bd261ef43d448.jpg
Source : https://image.idntimes.com/post/20190103/31439562-402597286873825-6336212368132931584-n-cde0bba5031df4d8e42bd261ef43d448.jpg

MUSEUM DENGAN SUASANA MENARIK

Berbeda dengan kebanyakan museum, berikut adalah museum-museum yang memiliki suasana dan tema menarik :

Museum Kotagede - Intro Living Museum


Museum Kotagede - Intro Living Museum merupakan “museum hidup” yang berbeda dengan museum lainnya. Ketika museum pada umumnya memamerkan benda, di Museum Kotagede - Intro Living Museum hal yang dipamerkan adalah budaya dan cara berkehidupan. Museum Kotagede - Intro Living Museum mengangkat sejarah kawasan Kotagede sebagai kota tua Mataram. Kehidupan budaya sehari-hari masyarakat Kotagede yang bisa diamati termasuk sejarah, arsitektur tradisional, kerajinan perak, dan nilai-nilai budaya Jawa lainnya. Museum ini dikelola oleh komunitas budaya dan warga lokal di kawasan Kotagede Yogyakarta karena berkaitan dengan warisan budaya dari era Kesultanan Mataram. Kotagede sendiri merupakan kawasan bersejarah sejak abad ke-16, dan dikembangkan sebagai konsep living museum pada awal tahun 2000-an. Banyak pengrajin lokal yang dilibatkan, terutama pengrajin perak Kotagede untuk menjaga tradisi kerajinan perak dan arsitektur Jawa. Museum Kotagede Intro - Living Museum menggunakan konsep “museum tanpa dinding” dimana Pasukan Berkelana yang berkunjung bisa melihat seluruh kawasan sebagai ruang pamer. Pasukan Berkelana akan diajak berjalan menyusuri kampung, rumah tradisional, dan bengkel perak. Keberadaan museum ini tidak hanya melestarikan budaya hidup masyarakat Kotagede, namun juga menghidupkan kembali kawasan sejarah sebagai ruang edukasi. Museum Kotagede Intro - Living Museum tutup pada hari Senin dan dibuka untuk umum setiap hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00-15.30 WIB. Khusus hari Jumat, Museum Kotagede Intro - Living Museum beroperasi lebih singkat yaitu pukul 08.00-14.00 WIB. Museum Kotagede - Intro Living Museum berada di Kemantren Kotagede Kota Yogyakarta dimana berjarak 6 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau dapat ditempuh dengan 20 menit berkendara. Museum ini cocok untuk semua kalangan terutama Pasukan Berkelana yang menyukai sejarah budaya kehidupan masyarakat. Untuk masuk ke kawasan ini, Pasukan Berkelana tidak perlu membayar menggunakan uang namun dengan mengisi buku tamu. Budget yang perlu dipersiapkan untuk mengunjungi kawasan ini mulai dari Rp. 100.000/ Orang apabila menyewa private guide. Lebih suka keliling sendiri atau didampingi nih Pasukan Berkelana?


Source : https://budaya.jogjaprov.go.id/view_image/view/3803/07a904c7-eab0-4092-a27a-48bbc25c00b3.jpg
Source : https://budaya.jogjaprov.go.id/view_image/view/3803/07a904c7-eab0-4092-a27a-48bbc25c00b3.jpg

Diorama Arsip Jogja


Diorama Arsip Jogja merupakan museum modern dengan diorama interaktif tentang sejarah Jogja yang dikemas lebih kekinian dan menampilkan visual menarik. Penyajiannya menggunakan miniatur, visual, dan narasi sejarah untuk memudahkan Pasukan Berkelana dalam memahami arsip yang dipamerkan. Diorama Arsip Jogja dibangun dengan tujuan sebagai ruang pamer edukatif yang menampilkan arsip dan peristiwa sejarah penting di Yogyakarta dalam bentuk diorama. Museum ini dikelola oleh lembaga kearsipan daerah Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY karena memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah masyarakat dan pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diorama Arsip Jogja dikembangkan sebagai sarana edukasi arsip modern pada tahun sejak tahun 2010. Perkembangan ini agar sejarah dapat disampaikan kepada Pasukan Berkelana dengan lebih efektif dan mudah dipahami. Hal tersebut dikarenakan Pasukan Berkelana dapat belajar melalui visualisasi peristiwa, bukan hanya teks arsip saja. Diorama Arsip Jogja buka setiap Selasa sampai Minggu pukul 09.00 - 14.20 WIB dan libur pada hari Senin. Berada di Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul, Diorama Arsip Jogja berjarak 6 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 20 menit berkendara. Pasukan Berkelana bisa mengajak siapapun karena Diorama Arsip Jogja cocok untuk semua kalangan terutama yang memiliki minat dalam pustakawan dan sejarah kehidupan Jogja. Harga tiket masuk ke Diorama Arsip Jogja mulai Rp. 30.000/ Orang. Untuk pelajar atau mahasiswa terdapat harga khusus yaitu Rp. 20.000/ Orang. Turis mancanegara bisa mempersiapkan biaya mulai dari Rp. 100.000/ Orang. Jika Pasukan Berkelana ingin liputan atau membuat konten juga bisa dengan membayar biaya Rp. 250.000/ sesi. Penasaran? Yuk ke Diorama Arsip Jogja.


Source : https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/09/04/diorama-arsip-jogja_169.jpeg?w=1200
Source : https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2023/09/04/diorama-arsip-jogja_169.jpeg?w=1200

Chocolate Kingdom By Monggo


Chocolate Kingdom By Monggo merupakan museum cokelat dan pabrik dimana Pasukan Berkelana bisa lihat proses pembuatan coklat dan langsung membeli produknya. Di Chocolate Kingdom By Monggo, Pasukan Berkelana akan ditunjukan proses pembuatan coklat, sejarah kakao, serta produk dari merek Cokelat Monggo. Museum ini dikelola secara swasta oleh Cokelat Monggo dengan melibatkan pengrajin dan tim produksi cokelat lokal. Chocolate Kingdom By Monggo mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi sejak tahun 2000-an. Pasukan Berkelana yang berkunjung bisa memilih tour yang pada dasarnya mengedukasi tentang proses pembuatan, pengemasan, hingga mempromosikan coklat. Jika mengambil tour lebih lengkap, Pasukan Berkelana bahkan dapat mengetahui sejarah coklat dimulai dari biji kakao. Chocolate Kingdom By Monggo sangat cocok menjadi destinasi wisata edukatif dan rekreasi keluarga sebab penjelasan diberikan secara interaktif dan menarik untuk bisa dipahami semua usia. Chocolate Kingdom By Monggo buka Senin sampai Sabtu mulai pukul 09.00-18.00 WIB dan Minggu mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Berada di Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, Chocolate Kingdom By Monggo berjarak 13 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 40 menit berkendara. Chocolate Kingdom By Monggo cocok untuk semua kalangan terutama para pecinta cokelat. Biaya tour di Chocolate Kingdom By Monggo mulai dari Rp. 50.000/ Orang. Cobain jadi karakter Charlie and the Chocolate Factory versi Jogja yuk Pasukan Berkelana.


Source : https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/16/bc/bd/90/img-20190306-wa0027-largejpg.jpg?w=900&h=500&s=1
Source : https://dynamic-media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-o/16/bc/bd/90/img-20190306-wa0027-largejpg.jpg?w=900&h=500&s=1

TIPS MEMILIH MUSEUM YANG INGIN DIKUNJUNGI


Ada beberapa tips dari Keling dan Kelana supaya Pasukan Berkelana bisa memilih mengunjungi museum yang sesuai dengan rombongan kalian, yaitu :
  • Pastikan museum yang Pasukan Berkelana kunjungi sesuai dengan usia rombongan
  • Pilih museum sesuai dengan minat tujuan Pasukan Berkelana
  • Taati peraturan yang dibuat dan berlaku di museum tersebut
  • Jaga kebersihan demi kepentingan bersama
  • Pastikan untuk tidak menyentuh barang yang ada di museum apabila tidak dipersilakan, apalagi hingga merusak
  • Untuk Pasukan Berkelana yang membawa anak, pastikan untuk tetap memantau demi kenyamanan bersama




Jadi menurut Pasukan Berkelana, museum mana saja yang ingin kalian kunjungi? Langsung cek tanggal dan ajak keluarga atau teman-teman kalian yuk! Tidak perlu bingung dalam menentukan rute, biaya, dan lain sebagainya. Kalian bisa merasakan mudahnya Private Trip di Jogja bersama Trip Keliling Jogja karena keliling jogja nggak pernah semudah ini. Konsultasikan rencana kalian dengan Customer Service agar lebih maksimal. Kalian juga akan diarahkan oleh Driver yang berpengalaman. Jadi tunggu apalagi? Luangkan waktumu mari liburan bersamaku!