20 Juli 2026 5:00 pm

DESTINASI MERAPI LAVA TOUR : JEJAK SEJARAH MERAPI

DESTINASI MERAPI LAVA TOUR : JEJAK SEJARAH MERAPI
Keling : Hai, Kelana. Banyak Pasukan Berkelana yang tanya nih, kalau Merapi Lava Tour itu kemana saja.
Kelana : Terus Keling jawab apa? Keling : Banyak, ada Bunker, ada Batu Alien, dan lain sebagainya
Kelana : Coba kita bahas satu-satu yuk supaya Pasukan Berkelana tidak bingung.
Keling : Boleh, tuh! Gaskeun!
“A Place Where the Past Speaks to The Present. ”
Halo, Pasukan Berkelana! Keling dan Kelana hadir kembali nih. Sebelumnya, bagaimana kabar kalian? Semoga Pasukan Berkelana selalu sehat dimanapun kalian berada.
Sampai saat ini, masih banyak Pasukan Berkelana yang mengunjungi Merapi Lava Tour ketika berlibur ke Jogja. Dikarenakan hal tersebut, banyak Pasukan Berkelana yang bertanya kepada Keling dan Kelana destinasi apa saja yang dikunjungi pada saat Merapi Lava Tour. Jadi pada kesempatan kali ini, Keling dan Kelana akan memandu Pasukan Berkelana mengenal spot-spot tersebut.
Sebelum masuk ke pembahasan spot apa saja yang dikunjungi, Pasukan Berkelana perlu tahu apa itu Merapi Lava Tour. Untuk Pasukan Berkelana yang belum tahu, Merapi Lava Tour merupakan aktivitas mengunjungi spot-spot peninggalan letusan Gunung Merapi dengan menggunakan jeep. Kegiatan ini masuk dalam kategori experience adrenalin dimana jalan yang perlu dilalui berupa offroad sehingga membuat Pasukan Berkelana yang naik akan terguncang-guncang sepanjang perjalanan. Aktivitas Merapi Lava Tour cocok untuk kalangan muda sehingga tidak disarankan untuk anak dibawah 3 tahun dan lansia. Hal tersebut dikarenakan untuk mengikuti aktivitas ini, Pasukan Berkelana memerlukan fisik yang kuat.
Tidak hanya menikmati adrenalin di sepanjang perjalanan, Pasukan Berkelana juga diajak mengunjungi spot-spot yang menjadi peninggalan letusan Gunung Merapi. Aktivitas ini menjadi kegiatan favorit mengingat Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang terkenal di Indonesia karena keaktifannya. Gunung Merapi menjadi salah satu gunung api yang memiliki periode erupsi berkala dimana meninggalkan cerita dan sejarah di setiap peristiwanya.
Pada kesempatan kali ini, Keling dan Kelana akan menjelaskan destinasi-destinasi yang bisa Pasukan Berkelana kunjungi saat melakukan aktivitas Merapi Lava Tour. Kegiatan ini memiliki paket short, medium, long, dan sunrise dimana tidak semua destinasi-destinasi ini bisa dikunjungi karena sesuai dengan paketan yang Pasukan Berkelana pilih. Ada apa saja? Kita cek bersama yuk Pasukan Berkelana!


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

BUNKER KALIADEM


Salah satu destinasi yang bisa Pasukan Berkelana kunjungi saat mengikuti Merapi Lava Tour adalah Bunker Kaliadem. Mungkin Pasukan Berkelana sudah pernah mendengar tentang lokasi yang satu ini di berita beberapa tahun yang lalu. Bunker Kaliadem sendiri merupakan tempat perlindungan yang dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2025 untuk mengantisipasi bahaya letusan Gunung Merapi, terutama awan panas. Bunker ini rencananya digunakan oleh warga sekitar serta petugas pemantau Gunung Merapi sebagai tempat perlindungan darurat saat terjadi erupsi. Bunker Kaliadem dibangun karena kawasan lereng Merapi rawan terkena awan panas dan material vulkanik sehingga diperlukan tempat perlindungan bagi masyarakat. Namun sejak peristiwa tragis pada 2006, fungsi dari bunker ini mulai dievaluasi. Pada 14 Juni 2006, terdapat dua relawan bernama Sarjono dan Kenteng yang berlindung setelah Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas. Dikarenakan Bunker Kaliadem merupakan tempat perlindungan dari awan panas, tempat ini tidak bisa menahan panas dari lava yang ternyata mengarah ke Bunker Kaliadem ini. Hal tersebut membuat dua relawan tersebut terjebak dan terpanggang di dalam bunker hingga meninggal. Bunker Kaliadem tidak digunakan lagi hingga saat erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 yang cukup besar, area ini tertimbun material vulkanik setebal 4 meter. Alat berat akhirnya digunakan untuk menggali lokasi Bunker Kaliadem yang cukup terbengkalai. Setelah letusan tersebut dan untuk memperbaiki ekonomi warga sekitar, wisata Merapi Lava Tour mulai dibuat dan menjadikan Bunker Kaliadem menjadi salah satu spot yang bisa dikunjungi. Bunker Kaliadem merupakan salah satu spot favorit dikarenakan berada di titik jarak paling dekat dengan puncak Gunung Merapi yang bisa dijangkau dengan jeep. Tidak heran di lokasi ini Pasukan Berkelana bisa melihat Gunung Merapi dengan cukup jelas terutama pada pagi hari. Untuk Pasukan Berkelana yang mengambil rute sunrise juga akan melihat matahari terbit dari spot ini. Bunker Kaliadem boleh dikunjungi oleh semua kalangan, namun karena jalan yang berbatu, Pasukan Berkelana bisa menggunakan alas kaki yang nyaman dan tebal. Guide dari Merapi Lava Tour akan menjelaskan sejarah dan membantu Pasukan Berkelana berfoto di lokasi. Kalian bisa melihat ke dalam bunker dan bagaimana situasinya. Keling dan Kelana sarankan untuk menjaga sikap dan jangan melamun disini ya. Ketika mampir, Pasukan Berkelana juga bisa mendoakan mendiang relawan yang telah gugur saat membantu masyarakat. Spot ini bisa Pasukan Berkelana kunjungi di semua paket baik short, medium, long, hingga sunrise.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

BATU ALIEN


Batu Alien merupakan salah objek wisata alam di lereng Gunung Merapi. Dinamakan Batu Alien karena terdapat sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai wajah makhluk asing atau alien. Tidak ada pahatan namun terbentuk alami dengan wajah yang memiliki mata, hidung, dan mulut. Bentuk ini sebenarnya tidak terlalu jelas dan perlu dilihat dengan seksama dari sudut tertentu. Meskipun bernama Batu Alien, batu ini sebenarnya bukan berasal dari luar angkasa. Batu yang ada di area tersebut merupakan material vulkanik yang terlontar saat erupsi besar Gunung Merapi tahun 2010 dan kemudian terbawa hingga kawasan Kepuharjo, Cangkringan dimana berjarak sekitar 28 km dari pusat Kota Yogyakarta. Selain berfoto dengan batu ikonik tersebut, Pasukan Berkelana dapat melihat latar bekas erupsi Merapi dan belajar tentang sejarah bencana vulkanik di kawasan tersebut. Faktanya, area dimana terdapat Batu Alien ini dulunya merupakan desa yang tertimbun oleh material vulkanik. Pasukan Berkelana tidak perlu khawatir hanya melihat batu disini karena ada spot foto lainnya seperti tangan, kapal, dan lain sebagainya. Di area paling dalam, Pasukan Berkelana bisa melihat tebing yang dilewati oleh Kali Gendol. Tiket masuk kawasan Batu Alien mulai dari Rp. 5.000/ Orang. Pasukan Berkelana segala usia bisa berkunjung ke Batu Alien, namun untuk anak dan lansia perlu penjagaan dan dibantu mobilitasnya. Spot ini bisa Pasukan Berkelana kunjungi di semua paket baik short, medium, long, hingga sunrise.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

SPOT FOTO DENGAN JEEP


Paket apapun yang Pasukan Berkelana ambil, kalian akan mendapatkan spot foto dengan jeep ini. Sebenarnya area ini berpindah-pindah yang biasanya berupa lahan kosong dengan batu-batu. Berbeda dengan Bunker Kaliadem yang mengutamakan foto dengan background Gunung Merapi, spot foto dengan jeep ini lebih menekankan untuk berfoto dengan jeep sehingga mencari sudut yang membuat Pasukan Berkelana dan jeep terlihat keren di kamera. Salah satu spot jeep yang paling sering dimanfaatkan adalah lahan kosong dengan latar belakang pohon rimbun dan batu besar yang bisa dimanfaatkan menjadi penahan roda jeep sehingga terlihat besar dan estetik dari sudut tertentu di kamera. Pasukan Berkelana yang ingin berfoto dengan jeep menggunakan latar belakang area Gunung Merapi juga bisa request ke driver untuk lokasi foto dengan jeep. Untuk spot ini pokoknya aman deh, Pasukan Berkelana ingin foto jeep dengan tema seperti apa tinggal bilang saja!


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

MUSEUM SISA HARTA


Museum Sisa Harta merupakan salah satu destinasi di lereng Gunung Merapi. Menjadi salah satu gunung berapi yang aktif, Gunung Merapi sempat memiliki periode letusan yang meninggalkan sejarah dan cerita. Salah satu bukti sejarah dari salah satu letusan terbesar dari Gunung Merapi adalah Museum Sisa Harta. Sebuah bangunan yang masih memiliki puing ditengah hancurnya rumah warga lainnya karena dahsyatnya erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Museum ini tidak hanya menjadi destinasi wisata edukatif, tetapi juga simbol ketangguhan masyarakat yang berhasil bangkit setelah bencana. Museum Sisa Harta berada di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman dimana memiliki jarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa Pasukan Berkelana tempuh dengan 70-80 menit berkendara. Bangunan yang kini menjadi museum awalnya merupakan rumah milik seorang warga bernama Sriyanto yang terdampak langsung oleh awan panas atau "wedhus gembel" saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Setelah bencana terjadi, berbagai barang yang tersisa dari rumah tersebut dikumpulkan dan dipertahankan sebagai bukti nyata keganasan letusan Merapi. Dari sinilah muncul nama "Sisa Hartaku" yang memiliki arti harta benda yang masih tersisa setelah bencana tersebut. Museum ini kemudian dibuka untuk umum sebagai sarana edukasi dan refleksi bagi masyarakat. Beberapa peninggalan yang bisa Pasukan Berkelana lihat di Museum Sisa Harta seperti jam dinding yang berhenti pada waktu terjadinya bencana, peralatan rumah tangga yang meleleh akibat suhu awan panas yang sangat tinggi, kerangka sepeda motor yang hangus terbakar, tulang hewan ternak yang menjadi korban erupsi, dan lain sebagainya. Peninggalan-peninggalan tersebut memiliki cerita masing-masing. Jika Pasukan Berkelana berkunjung, kalian bisa melihat secara langsung dinding bangunan yang masih memperlihatkan bekas terbakar. Pasukan Berkelana juga perlu berhati-hati untuk tidak menyentuh barang yang terpajang, bahkan ada area yang tidak boleh didokumentasikan. Lebih dari sekedar salah satu destinasi wisata, Museum Sisa Harta menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana terdapat kisah perjuangan, kehilangan, dan harapan untuk bangkit kembali. Banyak sekali nilai simpati, perjuangan, dan ketabahan yang bisa Pasukan Berkelana rasakan saat berkunjung ke Museum Sisa Harta. Pasukan Berkelana bisa mengambil paket baik short, medium, long, hingga sunrise untuk mengunjungi destinasi ini.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

TREK BASAH KALIKUNING


Kalikuning merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di lereng selatan Gunung Merapi. Jika Pasukan Berkelana melihat ada medan basah saat Merapi Lava Tour, maka disinilah tempat eksekusinya. Kalikuning sendiri berada di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman yang berjarak 30 kilometer atau bisa ditempuh dengan 60-70 menit berkendara. Sebelum erupsi besar Gunung Merapi pada tahun 2010, Kalikuning merupakan kawasan hutan yang asri dan menjadi jalur pendakian menuju Gunung Merapi melalui Kinahrejo. Bencana awan panas dan aliran material vulkanik saat erupsi menyebabkan sebagian besar dari Kalikuning ini mengalami kerusakan parah. Sebenarnya kawasan Kalikuning ini terdiri dari beberapa spot seperti jembatan plunyon dan lainnya, namun yang paling sering dikunjungi saat Merapi Lava Tour adalah area yang dialiri air. Pasukan Berkelana bisa menikmati aktivitas basah-basah ini dengan mengambil paket Medium atau Long. Untuk Pasukan Berkelana yang berkunjung wajib membawa baju ganti karena dijamin basah seluruh tubuh. Jika tidak berkenan terlalu basah, Pasukan Berkelana bisa membeli jas hujan sekali pakai. Untuk aktivitas di Trek Basah Kalikuning ini, disarankan minimal berusia 5 tahun dan tidak disarankan untuk lansia karena jeep akan melaju cepat untuk memastikan atraksi siraman air. Pastikan untuk menggunakan jasa Merapi Lava Tour untuk basah-basahan disini, karena sudah banyak mobil yang menjadi korban nekat untuk mencoba secara personal. Cari aman saja ya Pasukan Berkelana.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja


STONEHENGE YOGYAKARTA


Stonehenge Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang akan Pasukan Berkelana kunjungi apabila mengambil paket medium atau Long di Merapi Lava Tour. Destinasi yang satu ini merupakan replika dari situs megalitikum terkenal di Inggris dengan nama yang sama yaitu Stonehenge. Batu-batu raksasa disusun agar menyerupai aslinya dan menjadi salah satu spot yang bisa Pasukan Berkelana manfaatkan untuk berburu foto menarik dan menikmati suasana unik di kaki Gunung Merapi. Stonehenge Yogyakarta berada di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman dengan jarak 34 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 70 menit berkendara. Inspirasi dari replika ini berdasar pada fakta bahwa peninggalan letusan Gunung Merapi salah satunya adalah batu-batu yang akhirnya dimanfaatkan untuk membuat destinasi ini. Stonehenge Yogyakarta buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Destinasi ini bisa dikunjungi oleh semua kalangan karena memiliki area yang tidak terlalu luas dan cukup landai. Untuk mengunjungi Stonehenge Yogyakarta, Pasukan Berkelana perlu menyiapkan budget mulai dari Rp. 20.000/ Orang. Sebelum ke aslinya, latihan pose di Stonehenge Yogyakarta dulu yuk Pasukan Berkelana.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

PETILASAN MBAH MARIDJAN


Petilasan Mbah Maridjan merupakan salah satu destinasi wisata yang bisa Pasukan Berkelana kunjungi mulai dari pengambilan paket short pada Merapi Lava Tour. Pasukan Berkelana yang ingin mengenal lebih dekat sejarah erupsi dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat lereng Gunung Merapi sangat disarankan memilih destinasi ini. Lokasi ini menjadi saksi pengabdian dan perjuangan Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi. Mbah Maridjan diangkat sebagai juru kunci Gunung Merapi pada tahun 1982 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tugas Mbah Maridjan adalah menjaga tradisi spiritual dan budaya yang berkaitan dengan Gunung Merapi serta memimpin berbagai ritual adat, termasuk upacara Labuhan Merapi. Pada 26 Oktober 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi besar yang mengeluarkan awan panas atau yang dikenal sebagai "wedhus gembel". Meski pemerintah telah mengeluarkan perintah evakuasi, Mbah Maridjan memilih tetap berada di rumahnya untuk bertanggung jawab menjalankan tugas sebagai penjaga Gunung Merapi. Dalam peristiwa tersebut, beliau meninggal dunia bersama beberapa warga lainnya akibat terjangan awan panas. Beliau dikenang sebagai simbol pengabdian, keberanian, dan kesetiaan terhadap amanah. Rumah yang hancur tersebut kemudian dipertahankan sebagai petilasan atau museum sederhana yang menyimpan berbagai peninggalan pasca erupsi. Terdapat beberapa kesalahpahaman bahwa sebenarnya petilasan ini bukanlah makam Mbah Maridjan, melainkan lokasi tempat beliau ditemukan setelah erupsi. Selain itu, terdapat prasasti yang memuat nama-nama korban erupsi Gunung Merapi sebagai bentuk penghormatan dan pengingat tragedi tersebut. Petilasan Mbah Maridjan bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga sarana edukasi tentang mitigasi bencana, sejarah erupsi Gunung Merapi, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Pasukan Berkelana akan memahami pentingnya menghormati alam sekaligus meningkatkan kesadaran akan resiko hidup di kawasan rawan bencana. Petilasan Mbah Maridjan berada di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman dengan jarak 36 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh dengan 70-80 menit berkendara. Buka setiap hari, Petilasan Mbah Maridjan dapat dikunjungi mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Biaya yang diperlukan untuk mengunjungi destinasi ini mulai dari Rp. 10.000/ Orang.


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja

THE LOST WORLD CASTLE


The Lost World Castle merupakan destinasi wisata tematik yang ada di kawasan lereng Gunung Merapi. Destinasi ini mulai dikenal sejak tahun 2017 dan dibangun sebagai simbol kebangkitan masyarakat setelah erupsi besar Gunung Merapi pada tahun 2010 yang menghancurkan banyak permukiman di sekitarnya. Bangunan utama The Lost World Castle dibuat menyerupai kastil abad pertengahan di Eropa, lengkap dengan menara dan tembok batu yang memberikan suasana seperti berada di negeri dongeng. Banyak spot foto instagramable dimana setiap sudut memang sudah dirancang untuk berfoto, mulai dari area kastel, gerbang megah, hingga berbagai dekorasi tematik dengan latar pemandangan Gunung Merapi. Terdapat juga beberapa landmark dan wahana tematik yang ada di The Lost World Castle seperti tembok ala Great Wall of China, kapal bajak laut Black Pearl, area bergaya dunia fantasi dan dongeng, spot edukasi terkait erupsi Gunung Merapi dan sejarah kawasan tersebut. Pemandangan lereng Gunung Merapi dengan udara sejuk khas pegunungan juga menjadi daya tarik yang bisa Pasukan Berkelana nikmati saat berkunjung ke The Lost World Castle. Tersedia juga area bermain dan fasilitas wisata keluarga sehingga cocok dikunjungi bersama anak-anak maupun rombongan. The Lost World Castle buka setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB. Berlokasi di Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman, The Lost World Castle berjarak 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau bisa ditempuh sekitar 70 menit berkendara. Biaya yang Pasukan Berkelana perlukan untuk berkunjung ke destinasi ini mulai dari Rp. 30.000/ Orang. Pasukan Berkelana bisa mengunjungi The Lost World Castle menggunakan jeep dengan mengambil paket tour Medium atau Long.



TIPS MENGUNJUNGI DESTINASI MERAPI LAVA TOUR


Ada beberapa tips dari Keling dan Kelana untuk Pasukan Berkelana yang ingin mengunjungi destinasi-destinasi Merapi Lava Tour diatas, yaitu :
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah untuk bergerak
  • Membawa baju ganti
  • Jika ingin membawa HP, gunakan kalung anti air
  • Datanglah pada pagi hari saat cuaca masih segar dan pemandangan Gunung Merapi masih terlihat jelas
  • Membawa alat dokumentasi dan memori yang memadai untuk mengabadikan momen
  • Membawa uang cash secukupnya dikarenakan toko-toko yang belum secara merata menerima pembayaran elektronik
  • Menggunakan alas kaki yang kuat seperti sepatu atau sandal bertali
  • Jagalah kebersihan untuk kepentingan bersama
  • Menjaga sikap dan perilaku selama di area lereng Gunung Merapi
  • Patuhi arahan dari Tour Guide


Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Tamu TripKelilingJogja


Jadi menurut Pasukan Berkelana, destinasi mana saja yang ingin kalian kunjungi saat Merapi Lava Tour? Langsung cek tanggal dan ajak keluarga atau teman-teman kalian yuk! Tidak perlu bingung dalam menentukan rute, biaya, dan lain sebagainya. Kalian bisa merasakan mudahnya Private Trip di Jogja bersama Trip Keliling Jogja karena keliling jogja nggak pernah semudah ini. Konsultasikan rencana kalian dengan Customer Service agar lebih maksimal. Kalian juga akan diarahkan oleh Driver yang berpengalaman. Jadi tunggu apalagi? Luangkan waktumu mari liburan bersamaku!