30 April 2026 5:00 pm

CANDI PLAOSAN : PENINGGALAN SEJARAH HARMONI HINDU BUDHA

CANDI PLAOSAN : PENINGGALAN SEJARAH HARMONI HINDU BUDHA
Keling : Kelana, ada pertanyaan dari Pasukan Berkelana mengenai destinasi candi nih
Kelana : Oh… Candi Borobudur atau Candi Prambanan? Keling : Kalau candi yang lebih ramah lansia dan anak ada tidak? Kalau Borobudur dan Prambanan terlalu luas, jadi jalannya jauh
Kelana : Ada, dong. Selain areanya yang lebih kecil, candi ini merupakan bukti toleransi beragama umat hindu dan budha pada masanyaKeling : wah… boleh, tuh! Kelana : Oke… Sekarang kita akan membahas Candi Plaosan yaa
“Unity and Tolerance can be Carved into History and Last for Centuries.”
Bagaimana kabar kalian Pasukan Berkelana? Semoga kalian selalu sehat dimanapun kalian berada. Seperti biasa, Keling dan Kelana akan mengajak Pasukan Berkelana untuk membahas salah satu destinasi yang banyak dikunjungi dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Destinasi yang akan kita bahas ini merupakan salah satu peninggalan sejarah, yaitu Candi. Candi merupakan bangunan kuno yang dibuat dari batu pada masa kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Candi biasa digunakan sebagai tempat ibadah, pemujaan, atau penghormatan terhadap dewa, buddha, atau tokoh penting pada zamannya. Terdapat banyak candi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai corak khas agama dari masing-masing candi tersebut. Di Jawa Tengah, tepatnya di Klaten terdapat salah satu candi budha yang juga memiliki corak hindu sebagai bentuk toleransi beragama di zamannya, yaitu Candi Plaosan.

Candi Plaosan merupakan peninggalan sejarah yang masuk ke dalam golongan candi budha. Meskipun begitu, Candi Plaosan juga memiliki ciri-ciri candi hindu dari arsitektur dan relief yang ada. Sebagai contoh adalah candi perwara atau candi kecil pelengkap. Banyak candi kecil di sekitar candi induk yang memiliki atap bertingkat atau ratna yang merupakan ciri khas arsitektur Hindu. Selain itu, relief yang menggambarkan sosok-sosok dewa-dewi Hindu, serta kisah dari epos Hindu turut menghiasi kompleks Candi Plaosan ini. Hal tersebut dikarenakan candi ini merupakan bentuk dari toleransi beragama dimana Rangkai Balitung yang merupakan penganut budha menikah dengan Ratu Pramodhawardhani yang merupakan putri dari Raja Pikatan yang menganut agama Hindu. Candi ini menjadi simbol harmoni dan persatuan dua agama dalam satu keluarga kerajaan.

Memiliki sejarah dan budaya yang mendalam, destinasi ini merupakan salah satu destinasi yang Kelana sarankan untuk dikunjungi oleh Pasukan Berkelana. Dikarenakan area dan bangunan candi yang lebih kecil dari candi terkenal lainnya, seperti Borobudur dan Prambanan, Candi Plaosan ini lebih mudah untuk di eksplorasi. Dengan alasan tersebut, untuk anak kecil ataupun lansia yang berkenan untuk melihat peninggalan sejarah namun lelah dengan kawasan candi yang sangat luas, Candi Plaosan bisa menjadi alternatif kunjungan untuk kalian.

Berkenan mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Candi Plaosan? Langsung cek bersama Kelana yuk!


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Lokasi dan Jam Buka Candi Plaosan

Candi Plaosan terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Meskipun sudah keluar dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, lokasi dari Candi Plaosan masih cukup dekat untuk dijangkau. Jarak dari pusat Kota Yogyakarta menuju Candi Plaosan kurang lebih 24 kilometer atau sekitar 90-100 menit berkendara.
Kondisi jalan menuju ke Candi Plaosan sudah beraspal dan mulus sehingga segala tipe kendaraan bahkan hingga bus besar bisa mengakses jalan menuju ke Candi Plaosan sampai ke area parkirnya. Meskipun begitu, perlu menjadi catatan untuk Pasukan Berkelana yang melalui jalur desa akan menemukan jalan cukup sempit namun tetap rata. Dikarenakan area di sekitar Candi Plaosan merupakan dataran rendah, Pasukan Berkelana tidak perlu khawatir harus melalui tanjakan atau jalan curam. Bahkan sepanjang perjalanan, Pasukan Berkelana akan disuguhkan dengan pemandangan area persawahan dan perkampungan yang asri dan cukup memanjakan mata.
Candi Plaosan buka setiap hari mulai pukul 07.00-16.30 WIB. Khusus hari Jumat, Candi Plaosan buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Waktu terbaik untuk Pasukan Berkelana mengunjungi destinasi Candi Plaosan adalah ketika pagi hari maksimal pukul 10.00 WIB dimana udara masih segar dan hawa masih sejuk. Meskipun tidak bisa melihat sunset di lokasi ini, jam sore setelah pukul 15.00 WIB juga disarankan sebagai waktu berkunjung dimana udara sudah tidak terlalu panas dan langit mulai berubah jingga sehingga terlihat sangat cantik untuk berfoto.
Keling : Cocok untuk semua kalangan karena medan yang cukup aman. Ayo Pasukan Berkelana yang ingin membawa anak atau lansia jangan ragu untuk ke Candi Plaosan ya!


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Daya Tarik Candi Plaosan

Keling : Tahukah Pasukan Berkelana bahwa Candi Plaosan merupakan candi yang unik dan berbeda dari candi lainnya? Jelasin dong Kelana! Candi Plaosan merupakan candi yang unik dan berbeda dari candi lainnya, sebab candi ini merupakan simbol toleransi beragama pada masanya. Candi ini menjadi lambang harmoni antara agama budha dan hindu. Sejarah dari Candi Plaosan ini berawal dari Rangkai Balitung yang merupakan penganut budha menikah dengan Ratu Pramodhawardhani yang merupakan putri dari Raja Pikatan yang menganut agama Hindu. Rangkai Balitung kemudian membuat Candi Budha sesuai dengan kepercayaannya dengan dipadukan dengan kepercayaan hindu untuk menghargai keyakinan dari istrinya. Candi ini menjadi simbol harmoni dan persatuan dua agama dalam satu keluarga kerajaan. Hal ini menjadi daya tarik dari Candi Plaosan, selain visual juga memiliki makna historis dan edukasi yang mendalam.
Candi Plaosan merupakan candi kembar dimana terdapat Plaosan Lor dan Plaosan Kidul yang memiliki bangunan utama kembar dan simetris. Selain candi kembar, arsitektur dan ukiran dari relief, stupa, serta arca di Candi Plaosan menunjukan kehalusan pahat dan kemampuan pemahat pada masa mataram kuno. Selain menjadi edukasi bahwa terdapat kemajuan budaya dan teknologi di masanya, bentuk ini memberikan kesan megah dan estetik untuk menjadi spot foto. Pasukan Berkelana wajib berfoto di area ini apabila mengunjungi Candi Plaosan.
Suasana yang asri di Candi Plaosan juga menjadi daya tarik tersendiri. Berada di lingkungan candi yang terbuka dengan daerah yang dikelilingi persawahan membuat udara di sekitar Candi Plaosan terasa segar dan menenangkan. Cocok untuk Pasukan Berkelana yang menginginkan wisata edukasi namun tetap mendapatkan suasana yang segar dan menenangkan.
Kelana : Jadi, apa yang membuat Pasukan Berkelana tertarik mengunjungi Candi Plaosan? kami tunggu kedatangannya ya!


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Budget di Candi Plaosan

Sebelum mengunjungi sebuah destinasi, Pasukan Berkelana perlu mengetahui informasi biaya agar lebih bersiap. Berikut adalah budget yang perlu Pasukan Berkelana persiapkan ketika mengunjungi Candi Plaosan :

  • Parkir : mulai dari Rp. 3.000/kendaraan
  • Tiket Masuk WNI : mulai dari Rp. 10.000/Orang
  • Tiket Masuk WNA : mulai dari Rp. 50.000/Orang

Untuk Pasukan Berkelana yang berkenan membawa teman asing, terdapat perbedaan harga untuk teman kalian. Meskipun begitu, apabila teman asing kalian memiliki KITAS bisa diperlihatkan untuk mendapatkan harga yang sama dengan wisatawan domestik.


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Kuliner Sekitar Candi Plaosan

Wisata kuliner sebelum atau setelah mengunjungi Candi Plaosan? Ada, dong! Berikut beberapa restoran yang bisa menjadi alternatif wisata kuliner Pasukan Berkelana kunjungi baik sebelum maupun sesudah mengunjungi Candi Plaosan
  • Pawon Mbah Noto Plaosan
Pawon Mbah Noto adalah usaha kuliner tradisional yang menyajikan masakan rumahan khas Jawa dengan cita rasa sederhana dan otentik. Restoran ini memiliki tagline “Beautiful Hidden Authentic Restaurant”. Tagline ini digunakan karena menu yang di jual di Pawon Mbah Noto ini merupakan makanan otentik khas rumahan dan restorannya sendiri memiliki bangunan yang unik dan indah. Arsitektur dari bangunan Pawon Mbah Noto berbentuk limasan joglo dengan desain dalam yang penuh lukisan dan karya seni sehingga menambah kesan unik dan otentik. Pawon Mbah Noto buka mulai pukul 09.00-18.00 WIB untuk hari Selasa-Jumat, sedangkan untuk Sabtu-Minggu lebih pagi yaitu 08.00-18.00 WIB. Khusus di hari Senin, Pawon Mbah Noto tutup ya Pasukan Berkelana. Lokasi dari Pawon Mbah Noto ini berada tidak jauh dari Candi Plaosan Lor dan Kidul yaitu hanya sekitar 60 meter atau 5 menit berjalan kaki. Sama saja ada di area candi sih ini Pasukan Berkelana. Untuk Pasukan Berkelana yang berkendara dari pusat Kota Yogyakarta perlu menempuh kurang lebih 80 menit atau sekitar 20 kilometer. Restoran ini cocok untuk semua kalangan terutama Pasukan Berkelana yang suka menikmati makanan tradisional yang otentik. Untuk makan di Pawon Mbah Noto, Pasukan Berkelana bisa menyiapkan biaya mulai dari Rp. 30.000/Orang. Cobain makan di tengah candi kembar yuk Pasukan Berkelana.

  • Bale Roso Resto
Bale Roso Resto merupakan rumah makan yang menyajikan berbagai jenis makanan nusantara, dengan fokus pada hidangan seafood seperti ikan gurame, udang, dan lain sebagainya. Selain menu seafood, ada juga aneka masakan ayam, bebek, sayuran, dan menu rumahan lainnya. Bale Roso Resto memiliki tujuan untuk menyediakan tempat makan keluarga yang nyaman dengan menu beragam dan harga terjangkau. Bale Roso Resto memiliki pilihan area makan yaitu lesehan maupun kursi baik indoor maupun semi outdoor. Bale Roso Resto buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Restoran ini memiliki banyak cabang sehingga Pasukan Berkelana bisa memilih untuk mengunjungi restoran cabang terdekat. Untuk Bale Roso Resto terdekat dengan Candi Plaosan berada di Cabang Prambanan dimana diperlukan waktu 20 menit berkendara atau jarak sekitar 8 kilometer. Restoran ini cocok untuk dikunjungi semua kalangan terutama rombongan besar baik keluarga maupun rekan kantor karena memiliki porsi dan paket partai besar yang hemat dan nikmat. Untuk Pasukan Berkelana yang berkenan makan disini bisa menyiapkan budget mulai dari Rp. 50.000/Orang. Dikarenakan lebih hemat kalau ambil partai besar, bawa rombongan kalian ya Pasukan Berkelana.
  • Rama Shinta Garden Resto
Rama Shinta Garden Resto adalah sebuah restoran bernuansa tradisional yang menyajikan berbagai hidangan khas Indonesia, khususnya gudeg dan sate. Restoran ini dikenal dengan konsep taman yang asri serta suasana budaya Jawa yang kental karena berada di kawasan wisata yaitu Candi Prambanan. Pasukan Berkelana yang makan di Rama Shinta Garden Resto mendapat sensasi makan dengan pemandangan 3 candi utama dari Candi Prambanan. Untuk Rama Shinta Garden Resto bisa langsung walk in atau reservasi terlebih dahulu. Rama Shinta Garden Resto buka setiap hari dengan waktu buka dan sesi yang berbeda. Untuk Senin, Rabu, dan Minggu, Rama Shinta Garden Resto melayani sesi makan siang mulai dari 10.00-16.00 WIB. Sementara di hari Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, terdapat dua sesi yaitu makan siang 10.00-15.00 WIB serta makan malam 17.00-20.00 WIB. Sesi makan malam diadakan bertepatan dengan jadwal pertunjukan di Candi Prambanan dimana Pasukan Berkelana yang menonton bisa makan malam terlebih dahulu di Rama Shinta Garden Resto. Berada diantara Gedung Trimurti dan Gedung Terbuka, Pasukan Berkelana tidak perlu khawatir tertinggal untuk menonton pertunjukan. Restoran ini berada di dalam Candi Prambanan yang terletak di Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman. Pasukan Berkelana bisa menempuh jarak 20 kilometer atau 70 menit perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta untuk sampai di Rama Shinta Garden Resto. Untuk Pasukan Berkelana yang sudah berada di area Candi Plaosan hanya perlu menempuh waktu kurang dari 10 menit atau jarak tempuh 4 kilometer untuk menuju ke restoran ini. Memiliki menu beragam, area yang luas, dan pemandangan Candi Prambanan yang megah, Rama Shinta Garden Resto cocok untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan baik dari anak kecil hingga lansia. Pasukan Berkelana yang ini makan malam romantis dengan pasangan juga sangat disarankan mencoba sensasi makan di restoran ini. Biaya yang diperlukan untuk makan di Rama Shinta Garden Resto mulai dari Rp. 25.000 untuk menu a la carte dan mulai dari Rp. 125.000/Orang untuk All You Can Eat Prasmanan. Keling : Kalau Keling sih ambil paket All You Can Eat, makan sepuasnya dengan pemandangan yang luar biasa!
  • Omah Eyang Resto
Omah Eyang Resto merupakan restoran yang menyediakan menu makanan spesialisasi makanan tradisional nusantara terutama masakan ingkung. Bentuk bangunan berupa paviliun kayu terbuka yang dikelilingi dengan taman dan kolam dimana membuat Pasukan Berkelana dapat merasakan suasana yang asri dan menenangkan. Menu yang ditawarkan di Omah Eyang Resto sangat lengkap baik dari menu nusantara, menu seafood, ayam, cemilan, dan lain sebagainya. Tidak hanya makanan, minuman juga sangat lengkap mulai dari minuman tradisional, kopi, minuman modern, dan lain sebagainya. Omah Eyang Resto buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Lokasinya berada di Kapanewon Prambanan Kabupaten Klaten, yaitu sekitar 23 kilometer atau 60 menit berkendara dari pusat Kota Yogyakarta. Untuk Pasukan Berkelana yang sudah berada di area Candi Plaosan hanya perlu menempuh jarak 1 kilometer atau kurang dari 5 menit berkendara. Restoran ini cocok dikunjungi berbagai kalangan dari anak kecil hingga lansia, bahkan Omah Eyang Resto memiliki menu khusus untuk anak. Pasukan Berkelana bisa mampir membawa rombongan kecil maupun besar karena lokasi makan dan parkir yang luas. Kalian yang membawa rombongan juga bisa reservasi dan request menu prasmanan terpisah untuk rombongan kalian. Untuk biaya yang diperlukan untuk makan di Omah Eyang Resto mulai dari Rp. 50.000/Orang. Rekomen deh pokoknya, jangan lupa mampir ya Pasukan Berkelana.


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Rute Searah Candi Plaosan

Keling : Destinasi apalagi nih destinasi wisata yang searah dan sejangkau dengan Candi Plaosan?Kelana : sini, Kelana kasih list-nya ya!
  • Umbul Ponggok
Umbul Ponggok merupakan salah satu destinasi wisata air paling dikenal oleh wisatawan. Berbeda dengan wisata air pada umumnya, Umbul Ponggok menawarkan pengalaman berenang dan berfoto di dalam mata air alami yang jernih dengan berbagai properti unik. Keindahan dan keunikan konsepnya membuat Umbul Ponggok dikenal hingga mancanegara. Umbul Ponggok sendiri berasal dari kata “umbul” dalam bahasa Jawa berarti mata air. Disini Pasukan Berkelana bisa berfoto di bawah air dengan berbagai properti seperti sepeda motor, meja, kursi, televisi, hingga sepeda. Pasukan Berkelana bisa snorkeling, underwater walking, hingga diving bersama dengan Ikan-ikan air tawar yang berenang bebas di dalam kolam. Umbul Ponggok buka setiap hari mulai dari 08.00-16.00 WIB untuk weekday dan 07.00-17.00 WIB untuk weekend. Terletak di Polanharjo Kabupaten Klaten, Umbul Ponggok bisa dijangkau dengan menempuh jarak 46 kilometer atau 90 menit perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta. Bagi Pasukan Berkelana yang sudah berada di area Candi Plaosan, bisa menempuh jarak 27 kilometer atau sekitar 50 menit berkendara untuk sampai ke destinasi wisata air ini. Umbul Ponggok cocok dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Disarankan untuk Pasukan Berkelana yang ingin aktivitas air seperti snorkeling, underwater walking, hingga diving bisa minimal berusia 7 tahun dengan postur tubuh besar. Untuk biaya yang diperlukan mulai dari Rp. 15.000/Orang untuk tiket masuk, mulai dari Rp. 15.000/alat snorkeling, mulai dari Rp. 150.000/Orang untuk underwater walking, serta mulai dari Rp. 250.000/Orang untuk diving. Sebelum ke laut, coba di umbul dulu yuk Pasukan Berkelana!

  • Tebing Breksi
Tebing Breksi merupakan destinasi wisata yang terkenal dengan tebing-tebing batu kapur yang diukir secara artistik serta panorama alam yang indah. Tebing Breksi awalnya merupakan kawasan pertambangan batu kapur yang digunakan oleh warga sekitar sebagai bahan bangunan, namun sejak tahun 2014 kawasan ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah karena batuan breksi di area tersebut berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran yang berusia jutaan tahun. Kegiatan tambang kemudian dihentikan dan kawasan ini dikembangkan menjadi objek wisata. Di Tebing Breksi, Pasukan Berkelana bisa melihat tebing batu kapur besar yang diukir dengan relief tokoh pewayangan dan motif tradisional. Terdapat juga amfiteater terbuka yang sering digunakan untuk pertunjukan seni dan acara budaya meskipun tidak ada jadwal pastinya. Tebing Breksi juga menjadi salah satu destinasi sunset yang direkomendasikan karena pemandangan yang sangat indah saat dilihat dari puncak tebing. Tebing Breksi buka setiap hari mulai pukul 07.00-21.00 WIB. Lokasinya berada di Prambanan Kabupaten Sleman dimana diperlukan waktu 50 menit berkendara atau sekitar 19 kilometer dari Kota Yogyakarta menuju ke destinasi ini. Untuk Pasukan Berkelana yang sudah berada di kawangan Candi Plaosan cukup menempuh jarak 9 kilometer atau sekitar 25 menit berkendara untuk sampai ke Tebing Breksi. Destinasi ini cocok dikunjungi oleh semua kalangan karena memiliki area atas dan bawah sehingga seperti anak atau lansia tetap bisa menikmati suasana meskipun tidak menaiki tangga ke puncak tebing. Biaya yang diperlukan untuk masuk ke Tebing Breksi mulai dari Rp. 10.000/Orang untuk domestik dan mulai dari Rp. 20.000/Orang untuk mancanegara. Jangan lupa membawa tanda pengenal saat berkunjung ke Tebing Breksi ya Pasukan Berkelana.

  • Obelix Hills
Obelix Hills merupakan destinasi wisata yang dibuka sejak Mei 2021 dengan spesialisasi pemandangan alam dan spot foto instagramable. Berada di kawasan perbukitan, Obelix Hills memiliki panorama alam yang luas, udara sejuk, dan pemandangan sunset yang memukau. Obelix Hills terkenal karena memiliki lebih dari 30 spot foto instagramable seperti The Swings, Eagle Nest, dan lain sebagainya. Selain spot foto, terdapat juga area santai seperti floating deck, area bean bag, serta area tempat duduk outdoor untuk menikmati pemandangan bukit dan langit. Apabila Pasukan Berkelana berkunjung di jadwal tertentu, kalian bisa menikmati live music, seni tradisional seperti sendratari, dan hiburan lainnya. Obelix Hills buka setiap hari mulai pukul 11.00-19.00 WIB untuk weekday dan 08.00-19.00 WIB untuk weekend. Obelix Hills berada di Prambanan Kabupaten Sleman yang berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta atau sekitar 60 menit berkendara. Pasukan Berkelana yang sudah berada di area Candi Plaosan bisa berkunjung ke Obelix Hills dengan menempuh jarak 13 kilometer atau sekitar 30 menit berkendara. Destinasi ini cocok dikunjungi oleh anak hingga dewasa, terutama Pasukan Berkelana yang hobi berfoto atau ingin menikmati suasana diatas bukit. Untuk tiket masuk yang diperlukan mulai dari Rp. 30.000/Orang. Saran Kelana, Pasukan Berkelana bisa datang di waktu menjelang sunset untuk mendapatkan suasana dan pemandangan terbaik di Obelix Hills.
  • Ramayana Ballet
Ramayana Ballet atau Sendratari Ramayana adalah sebuah pertunjukan drama tari klasik yang menceritakan Ramayana, sebuah kisah legenda kuno yang berasal dari India tentang cinta, tugas, pengorbanan, dan perjuangan. Pertunjukan ini memadukan tari, musik, drama gestur, kostum tradisional, dan Gamelan Jawa. Pertunjukan ini tidak memiliki dialog lisan sehingga cerita diceritakan melalui gerak dan ekspresi para penari. Menceritakan Pangeran Rama, istrinya Shinta, serta saudara dan sekutunya dalam menghadapi raja iblis Rahwana yang menculik Shinta. Pertunjukan ini masuk kedalam pertunjukan wayang orang dimana memiliki nilai seni dan sejarah tinggi sehingga sangat disarankan terutama untuk anak-anak menonton pertunjukan ini sebagai upaya pelestarian budaya. Pertunjukan ini diadakan di kompleks Candi Prambanan sehingga Pasukan Berkelana bisa melihat latar candi besar yang diterangi lampu di malam hari yang memberikan suasana sangat dramatis dan eksotis. Ramayana Ballet biasa ditampilkan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 19.30-21.30 WIB. Pada bulan Mei-Oktober, pementasan dilakukan di Panggung Terbuka Prambanan sedangkan untuk November-April atau saat cuaca buruk dipindahkan ke Trimurti Theatre yang berada di dalam kompleks. Untuk menuju ke lokasi tersebut, diperlukan waktu berkendara 45 menit atau melewati jarak 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Untuk Pasukan Berkelana yang sudah berada di area Candi Plaosan bisa menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer atau sekitar 50 menit berkendara untuk sampai ke pertunjukan yang berada di Kalasan Kabupaten Sleman ini. Pertunjukan ini cocok untuk semua kalangan dan memiliki biaya tiket masuk mulai dari Rp. 150.000/Orang tergantung posisi kursi serta fasilitas yang di dapat. Wajib sih sekali seumur hidup.


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja

Tips Berlibur di Candi Plaosan

Ada beberapa tips untuk Pasukan Berkelana yang berencana untuk mengunjungi Candi Plaosan, yaitu :
  • Menggunakan pakaian yang nyaman untuk bergerak namun stylish dan tetap sopan untuk mengambil dokumentasi
  • Membawa uang cash secukupnya dikarenakan toko-toko yang belum secara merata menerima pembayaran elektronik
  • Jagalah kebersihan untuk kepentingan bersama
  • Membawa alat dokumentasi dan memori yang memadai untuk mengabadikan momen
  • Tidak membawa makanan serta minuman dari luar demi menjaga kebersihan
  • Datang di pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 WIB untuk mendapatkan suasana yang segar


Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja
Source : Dokumentasi Pribadi Tamu TripKelilingJogja


Jadi menurut Pasukan Berkelana, apakah Candi Plaosan bisa masuk ke list destinasi yang akan kalian kunjungi? Langsung cek tanggal dan ajak keluarga atau teman-teman kalian yuk! Tidak perlu bingung dalam menentukan rute, biaya, dan lain sebagainya. Kalian bisa merasakan mudahnya Private Trip di Jogja bersama Trip Keliling Jogja. Konsultasikan rencana kalian dengan Customer Service agar lebih maksimal. Kalian juga akan diarahkan oleh Driver yang berpengalaman. Jadi tunggu apalagi? Luangkan waktumu mari liburan bersamaku!